Adapunpengertian dan penjelasan akhlak terpuji menurut beberapa ulama adalah sebagai berikut : 1. Menurut Al-Ghazali, akhlak terpuji merupakan sumber ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT. sehingga mempelajari dan mengamalkannya merupakan kewajiban individual setiap muslim (Al-Ghazali, t.t : 21) 2.
AllahSubhannahu wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Ali Imran: 31) Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Tidaklah beriman (secara sempurna) salah seorang dari kamu sehingga aku lebih
Adapunbeberapa aspek akhlak terhadap Allah: 1. Berdzikir dan Bersyukur kepada Allah. Syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Syukur tidaklah sekedar ungkapan rasa terimakasih seorang hamba kepada Allah swt, tetapi juga merupakan upaya besar pendekatan diri kepada Allah swt.
sedangkanmenurut terminology, kufur artinya ingkar terhadap Allah swt, atau tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya maupun tidak. mendustakan, kalau mendustakan berarti menentang dan menolak, tetapi kalau tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya.
Seorangmuslim tidak bersumpah kecuali dengan nama Allah dan tidak bersumpah kecuali jika isinya benar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ. “Barang siapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah atau diam
عَنْأَبِي هُرَيْرَةَ (البخاري) akhlak sesama muslim menghubungkan silaturrahmi saling tolong-menolong membina ukhuwwah fastabiqul khairat bersikap adil memenuhi janji saling memberi salam saling maaf memaafkan menengok yang sakit melayat/ta’ziyah وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ
Disampingakhlak kepada Allah Swt, sebagai muslim kita juga harus berakhlak kepada Rasulullah Saw, meskipun beliau sudah wafat, akhlak baik kepada Rasul pada masa sekarang tidak bisa kita wujudkan dalam bentuk lahiriyah atau jasmaniyah secara langsung sebagaimana para sahabat telah melakukannya. 1. Ridha Dalam Beriman Kepada Rasul
A Akhlak Kepada Allah Akhlak yang baik kepada Allah adalah ridha terhadap hukum-Nya baik secara syar’i maupun secara takdir. Ia menerima hal itu dengan lapang dada dan tidak mengeluh. Jika Allah menakdirkan sesuatu kepada seorang muslim yang tidak disukai oleh muslim itu, dia merasa ridha, menerima, dan bersabar.
Jikademikian, maka agama adalah perantara dalam membantu tugas manusia untuk merealisasikan tujuan mulianya. Sedangkan ruang lingkup agama islam ada 3 yaitu aqidah syariah dan akhlak (etika ). Dalam garis besarnya akhlak di bagi menjadi dua yaitu akhlak terhadap allah (khalik) yang kedua adalah akh;ak terhadap makhluk (semua ciptaan allah
Untukmemiliki pribadi yang berakhlak terpuji, sepatutnya memiliki lima sifat baik terhadap dirinya, yaitu: 1.Khauf dan Raja’. Khauf adalah perasaan takut terhadap siksa dan keadaan yang tidak mengenakkan karena kemaksiatan dan dosa yang telah diperbuat.
AkhlakIman terhadap AL Qurán. Iman menjadi dasar untuk berperilaku bagi setiap insan yang mengaku dirinya muslim. Karena dengan iman seseorang akan merasakan adanya dzat yang Maha Halus dan Maha Mengetahui, yang tidak hanya menghindarkan orang dari bebuat jahat tapi juga memotifasi untuk berbuat baik atau melakukan akhlak terpuji.
Akhlakterhadap Allah. Sikap prilaku seorang hamba terhadap Allah sebagai khalik antara lain: Taat kepada perintah Allah Baik sangka kepada Allah; Akhlak kepada rasul. Yang dimaksud akhlak kepada rasul adalah sikap dan prilaku terhadap nabi Muhammad saw sebagai rasulullah, yang membawa ajaran islam dimuka bumi. Adapun sikap dan prilaku
KESIMPULAN Prinsip-prinsip akhlak terhadap sesama muslim maupun terhadap non muslim yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits, merupakan salah satu bukti keistimewaan ajaran islam yang kompleks dan menyeluruh. Akhlak yang harus dilaksanakan oleh sesama muslim diantaranya ialah : a) Mengucapkan salam ketika bertemu.
AllahI dan Rasul-Nya juga telah menjelaskan keutamaan dan balasan bagi orang yang berakhlak dengan akhlak yang baik lagi terpuji, dan sebaliknya ancaman bagi orang yang berakhlak buruk. Allah I berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah ucapan yang baik.
Karenaitu, Allah menjamin orang-orang yang berpegang teguh terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasul-Nya, mereka akan berjalan dengan kesatuan kata, tidak bercerai-berai dan dalam manhaj yang benar. Allah berfirman: Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamubercerai-berai”. (Ali-Imran; 103)
mm0KX. Akhlak Terhadap Allah Dan Rasul "Tafsir Surat al-Hujurat Ayat 1-9" Abstract Tema utama surat al-Hujurat adalah mengenai akhlak, mulai dari akhlak terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya, akhlak terhadap diri sendiri, sampai akhlak kepada orang lain, baik yang Muslim maupun yang non Muslim. Pembahasan ini hanya dibatasi pada tuntunan akhlak terhadap Alah dan Rasulullah, sebagaimana yang tercantum dalam sembilan ayat pertama dari surat ini. Ayat pertama sebagai mukadimah meletakkan dasar dari semua nilai-nilai yang akan disampaikan dalam keseluruhan isi surat, yaitu jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal. Dalam konteks para sahabat, mereka tidak boleh memutuskan sesuatu, apalagi masalah ibadah, sebelum ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya.
Disamping akhlak kepada Allah Swt, sebagai muslim kita juga harus berakhlak kepada Rasulullah Saw, meskipun beliau sudah wafat, akhlak baik kepada Rasul pada masa sekarang tidak bisa kita wujudkan dalam bentuk lahiriyah atau jasmaniyah secara langsung sebagaimana para sahabat telah Ridha Dalam Beriman Kepada RasulIman kepada Rasul Saw merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Keimanan akan terasa menjadi nikmat dan lezat manakala kita memiliki rasa ridha dalam keimanan. Ridha dalam beriman kepada Rasul inilah sesuatu yang harus kita nyatakan sebagaimana hadits Nabi Saw"Aku ridha kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul" HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah.2. Mencintai dan Memuliakan RasulKeharusan yang harus kita tunjukkan dalam akhlak yang baik kepada Rasul adalah mencintai beliau setelah kecintaan kita kepada Allah Swt. Penegasan bahwa urutan kecintaan kepada Rasul setelah kecintaan kepada Allah disebutkan dalam firman Allah yang artinya"Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dasn dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik QS 924.3. Mengikuti dan Mentaati RasulMengikuti dan mentaati Rasul merupakan sesuatu yang bersifat mutlak bagi orang-orang yang beriman. Karena itu, hal ini menjadi salah satu bagian penting dari akhlak kepada Rasul, bahkan Allah Swt akan menempatkan orang yang mentaati Allah dan Rasul ke dalam derajat yang tinggi dan ini terdapat dalam firman Allah yang artinya "Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, orang-orang yang benar, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" QS 469. 4. Mengucapkan Shawalat dan Salam Kepada RasulSecara harfiyah, shalawat berasal dari kata ash shalah yang berarti do’a, istighfar dan rahmah. Kalau Allah bershalawat kepada Nabi, itu berarti Allah memberi ampunan dan rahmat kepada Nabi, inilah salah satu makna dari firman Allah yang artinya Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya QS 3356.Adapun, bila kita bershalawat kepada Nabi hal itu justeru akan membawa keberuntungan bagi kita sendiri, hal ini disabdakan oleh Rasul Saw"Barangsiapa bershalawat untukku satu kali, maka dengan shalawatnya itu Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali" HR. Ahmad.5. Menghidupkan Sunnah RasulKepada umatnya, Rasulullah Saw tidak mewariskan harta yang banyak, tapi yang beliau wariskan adalah Al-Qur’an dan sunnah, karena itu kaum muslimin yang berakhlak baik kepadanya akan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah hadits agar tidak sesat, beliau bersabda"Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka, kamu tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah dan sunnahku" HR. Hakim. 6. Menghormati Pewaris RasulBerakhlak baik kepada Rasul Saw juga berarti harus menghormati para pewarisnya, yakni para ulama yang konsisten dalam berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam, yakni yang takut kepada Allah Swt dengan sebab ilmu yang dimilikinya."Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" QS 3528.Kedudukan ulama sebagai pewaris Nabi dinyatakan oleh Rasulullah Saw "Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi. Sesungguhnya Nabi tidak tidak mewariskan uang dinar atau dirham, sesungguhnya Nabi hanya mewariskan ilmui kepada mereka, maka barangsiapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil mbagian yang besar" HR. Abu Daud dan Tirmidzi.7. Melanjutkan Misi RasulMisi Rasul adalah menyebarluaskan dan menegakkan nilai-nilai Islam. Menyampaikan nilai-nilai harus dengan kehati-hatian agar kita tidak menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dari Rasulullah Saw. "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat, dan berceritalah tentang Bani Israil tidak ada larangan. Barangsiapa berdusta atas nama ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka" HR. Ahmad, Bukhari dan Tirmidzi dari Ibnu Umar.Demikian beberapa hal yang harus kita tunjukkan agar kita termasuk orang yang memiliki akhlak yang baik kepada Nabi Muhammad Saw.
Akhlak Terpuji Kepada Allah dan Rasulullah – Di berbagai tempat dan kesempatan, seringkali terdengar di telinga ajakan untuk memperbaiki akhlak. Akhlak sering disebut sebagai suatu perkara yang menjadi titik penilaian seorang manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang beriman sangat ditegaskan agar kita memiliki ahklak yang terpuji kepada diri sendiri, orang lain, terutama akhlak terpuji kepada Allah dan Rasul-Nya. Lantas apa yang dimaksud dengan akhlak terpuji itu sebenarnya? Secara singkat, akhlak terpuji adalah tingkah laku seseorang yang didasari oleh kesadaran untuk atau dalam melakukan suatu akhlak kepada Allah adalah satu sikap atau tindakan yang dilakukan hamba sebagai makhluk kepada Sang Khalik Allah SWT. Kenapa manusia harus memiliki akhlak terpuji kepada Allah SWT dan Rasulullah, selain akhlak terpuji kepada sesama? Apa saja contoh akhlak terpuji kepada Allah dan Rasulullah? Simak ulasan kami berikut IsiAkhlak Terpuji Kepada Allah Dan RasulullahContoh Akhlak Terpuji Kepada Allah1. Melaksanakan Ibadah Wajib2. Dzikir3. Berdo’a kepada Allah4. Tawakal5. TawadukAkhlak Terpuji Kepada Rasulullah1. Menjalankan Sunnah Nabi SAW2. Taat kepada kepada Rasulullah SAW3. Membaca Shalawat Untuk Nabi SAW4. Mencintai Keluarga dan Sahabat Rasulullah SAWAkhlak Terpuji Kepada Allah Dan RasulullahUntuk menjawab beberapa pertanyaan di poin sebelumnya. Berikut ini adalah empat alasan mengapa seorang makhluk terutama manusia harus memiliki akhlak terpuji kepada Allah Allah Yang Maha PenciptaAlasan pertama adalah karena, Allah-lah yang menciptakan manusia. Maka, tak ada alasan bagi seorang hamba untuk durhakan dan tidak memiliki akhlak terpuji kepada pencipta-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat adz-Dzariyat ayat ke 56 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ“Dan tak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku.”2. Allah Yang Maha MemberiTak hanya menciptakan manusia, Allah juga telah memberikan apa saja yang manusia butuhkan. Bahkan, tanpa harus kita minta dahulu. Contohnya adalah, alat panca indera yang kita miliki dan kita gunakan hingga saat ini. Seperti yang telah difirmankan-Nya di surat an-Nahl ayat 78 وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.“3. Allah Yang Maha MemudahkanTak pernahkan kita berfikir bahwa semua kemudahan-kemudahan yang kita rasakan dalam hidup adalah berkah permberian dari Allah SWT. Dia-lah Yang Maha Memudahkan hingga kita bisa hidup berkecukupan sampai saat ini. Di-lah yang menciptakan udara hingga kita bisa mudah untuk bernafas. Dia yang menciptakan air yang berlimpah hingga kita bisa mudah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dan masih banyak yang Firman Allah di surat Al-Jatsiyah ayat 12 – 13 adsbygoogle = [].push{};اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ“Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.” QS. Al-Jatsiyah12وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, sebagai rahmat daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” QS. Al-Jatsiyah134. Allah Yang Maha MemuliakanAllah juga lah yang memberikan kemulian kepada hamba-Nya manusia, hingga manusia disebut sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Hal itu bisa ketahui dari firman Allah dalam surat Al-Israa’ ayat 70 وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. “Dan masih banyak lagi alasaan lainnya yang mengharuskan kita memiliki akhlak terpuji kepada Allah SWT. Lantas bagaimana contoh akhlak terpuji kepada Allah yang bisa kita lakukan di kehidupan sehari-hari? Simak berikut Akhlak Terpuji Kepada Allah1. Melaksanakan Ibadah WajibSebagai seorang hamba manusia yang taat kepada Rabb-Nya, salah satu cotoh akhlak terpuji kepada Allah adalah dengan menjalankan perintah-Nya. Termasuk menjalankan ibadah yang telah diwajibkan. Taat dalam beribadah ini sebagai dasar akhlak terpuji kepada Allah dan bukti ketundukan seorang hamba kepada DzikirBerdizikir atau mengingat Allah SWT dengan menyebut nama-Nya adalah bentuk totalitas penghambaan. Aktivitas ini juga termasuk salah satu akhlak terpuji kepada Allah. Selain itu, banyak manfaat yang akan kita rasakan dengan mendawamkan dzikir. Yang paling utama dari hikmah berdzikir adalah mendekatkan diri kepada Allah.adsbygoogle = [].push{};3. Berdo’a kepada AllahDo’a dalam arti yang sederhana adalah memohon. Memohon kepada Allah SWT atas segala sesuatu yang diinginkan. Terutama berdo’a agar Allah senantiasa memberikan Ridhla kepada kita, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan berdo’a secara tak langsung manusia telah mengakui akan eterbatasannya, dan menyandarkan segala sesuatunya kepada Yang Maha Kuasa. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang senantiasa berdo’a kepada-Nya. Bahkan bagi mereka yang tak pernah berdo’a, Allah menyebutnya sebagai orang yang sombong. Sedangkan sombong adalah sikap yang paling dibenci oleh Allah TawakalTawakal adalah berserah diri, atau pasrah. Ya! Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui akan segala sesuatu hal terkait dengan makhluk-Nya. Berserah diri adalah adab atau akhlak terpuji kepada Allah yang harus dilakukan oleh seorang hamba. Mengingat bahwa kita tak memiliki daya dan kekuatan apa-apa kecuali dari Allah TawadukRendah hati atau tidak menyombongkan diri. Seprti yang telah kita singgung sebelumnya, sombong adalah sikap tercela yang dibenci Allah SWT. Sedangkan manusia adalah makhluk yang rendah dibandingkan dengan Allah Yang Maha Perkasa, Maka, tak ada satupun alasan bagi kita untuk menyombongkan diri dihadapan Allah Azza wa Terpuji Kepada Rasulullah1. Menjalankan Sunnah Nabi SAWMelestarikan atau menjalankan sunnah Nabi SAW adalah contoh akhlak terpuji kepada Rasulullah. Sunnah sendiri adalah ucapan atau perbuatan yang dilakukan Rasulullah semasa Taat kepada kepada Rasulullah SAWRasulullah adalah utusan Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia di seluruh muka bumi. Maka, taat kepada Rasulullah SAW adalah sama dengan taat kepada perintah Allah Membaca Shalawat Untuk Nabi SAWShalawat merupakan bentuk jamak alat yang artinya doa. Membaca shalawat adalah menco’akan Nabi SAW agar senantiasa mendapat limpahan berkah dari Allah SAW. memperbanyak baca shalawat juga merupakan salah satu bukti tanda cinta kepada Rasulullah SAW dan akhlak terpuji kepada Rasulullah Mencintai Keluarga dan Sahabat Rasulullah SAWSebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam sebuah hadits عن أبي سَعِيْد الخُذْرِي قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنَّنِيْ تَارِكٌ فِيْكُمُ الثَّقَلَيْنِ كِتَابَ اللهِ وَعِتْرَتِي أهْلُ بَيْتِيْ. رواه الترمذي“Dari Abi Said al-Khudri ia berkata, Rasululla SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua wasiat, Kitabullah Al-Qur’an dan keluargaku.” HR at-TirmidziSedangkan perintah Nabi SAW untuk mencintai sahabatnya, juga diabadikan dalam hadits dari riwayat Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda لَا تَسُبُّوْا أصْحَابِي لَا تَسُبُّوْا أصْحَابِي فَوَ الّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ أنَّ أحَدَكُمْ أنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أدْرَكَ مُدَّ أحَدِهِمْ وَلَا تَصِيْفَه“Janganlah kalian mencaci para sahabat, janganlah kalian mencaci sahabatku! Demi Dzat Yang Menguasaiku, andaikata salah satu diantara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka pahala nafkah itu tidak akan menyamai pahala satu mud atau setengahnya dari nafkah mereka.” HR Muslim.
[1] Amalan-Amalan Paling UtamaDari Abu Amr asy-Syaibani, dia berkata Pemilik rumah ini -beliau mengisyaratkan dengan tangan menunjuk rumah Abdullah Ibnu Mas’ud– menuturkan kepadaku. Beliau berkata Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Amalan apakah yang paling dicintai Allah azza wa jalla?”. Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Kemudian berjihad di jalan Allah.” Beliau -Ibnu Mas’ud- berkata, “Beliau telah menuturkan kepadaku itu semua. Seandainya aku meminta tambahan lagi niscaya beliau juga akan menambahkannya kepadaku.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 33[2] Berbakti Kepada Ibu dan BapakDari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya. Kakeknya berkata, “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ibumu.” Lalu aku bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti?”. Beliau menjawab, “Ayahmu. Kemudian kerabat yang terdekat dan seterusnya.” HR. Tirmidzi, dinilai hasan al-Albani dalam al-Irwa’. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 34[3] Amalan Penebus DosaDari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, ada seorang lelaki datang menemui dirinya dan menceritakan, “Suatu ketika aku melamar seorang perempuan, akan tetapi dia tidak mau menikah denganku. Lalu ada orang selainku yang melamarnya dan dia pun mau menikah dengannya. Aku pun merasa cemburu kepadanya, hingga aku pun aku masih bisa bertaubat?”. Beliau -Ibnu Abbas- bertanya, “Apakah ibumu masih hidup?”. Maka beliau mengatakan, “Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah azza wa jalla dan dekatkanlah dirimu kepada-Nya sekuat kemampuanmu.” Atha’ bin Yasar berkata Aku pun berangkat kepada Ibnu Abbas dan bertanya kepadanya, “Mengapa engkau bertanya tentang apakah ibunya masih hidup?”. Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui ada suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah azza wa jalla daripada berbakti kepada seorang ibu.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 34[4] Dosa Besar Yang Paling BesarDari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu, beliau berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian, dosa besar yang paling besar?” Beliau mengulanginya sampai 3 kali. Mereka -para Sahabat- menjawab, “Tentu saja wahai Rasulullah!”. Maka beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau pun duduk setelah sebelumnya bersandar. Lalu beliau meneruskan, “Ketahuilah, demikian pula berbicara dusta.” Beliau terus mengulanginya sampai-sampai aku berkata, “Mudah-mudahan beliau diam.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam Ghayat al-Maram, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 37[5] Lebih Utama Daripada BerperangDari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu alaihi wa sallam ingin ikut berjihad. Maka beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 39[6] Keutamaan Doa Anak Untuk Orang Tua Yang Sudah MeninggalDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata Mayit akan diangkat derajatnya setelah kematiannya. Maka dia pun bertanya, “Wahai Rabbku! Apakah ini?”. Maka dijawab, “Anakmu telah memintakan ampunan untukmu.” HR. Bukhari dalamal-Adab al-Mufrad, dinilai al-Albani sanadnya hasan, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 45[7] Amalan Yang Tidak Terputus Setelah MeninggalDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Apabila seorang hamba meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak salih yang mendoakan kebaikan bagi orang tuanya.” HR. Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 45[8] Jalan Menuju SurgaDari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa suatu saat di tengah-tengah perjalanan ada seorang arab badui muncul dan bertanya kepada Nabishallallahu alaihi wa sallam, “Kabarkan kepadaku apakah yang dapat mendekatkan diriku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka?”. Beliau pun menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, lalu kamu mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam at-Targhib, lihatShahih al-Adab al-Mufrad, hal. 48[9] Memuliakan TetanggaDari Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata Aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku punya dua orang tetangga. Kepada siapakah aku harus memberikan hadiah?”. Beliau menjawab, “Kepada orang yang lebih dekat pintunya denganmu di antara mereka berdua.” HR. Bukhari, dinilai sahih al-Albani. LihatShahih al-Adab al-Mufrad, hal. 66[10] Berbagi Makanan Untuk TetanggaDari Ibnu az-Zubair, beliau berkata Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Bukanlah seorang mukmin sejati, orang yang senantiasa merasa kenyang sementara tetangganya kelaparan.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 67[11] Berbuat Baik Kepada TemanDari Abdullah bin Amr bin al-’Ash radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik teman di sisi Allah ta’ala adalah yang paling berbuat baik kepada temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling berbuat baik kepada tetangganya.” HR. Tirmidzi, dinilai sahih al-Albani dalamash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 68[12] Tidak Mengganggu TetanggaDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak bisa merasa aman dari gangguannya.” HR. Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. LihatShahih al-Adab al-Mufrad, hal. 70[13] Menyantuni Janda dan Fakir MiskinDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berusaha untuk menyantuni janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan seperti orang yang rajin berpuasa di siang hari dan menegakkan sholat di malam hari.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 74[14] Budak Pun Harus DimuliakanDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Seorang budak memiliki hak untuk diberikan makanan dan pakaian, dan tidak boleh dibebani pekerjaan yang dia tidak mampu untuk mengerjakannya.” HR. Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 91[15] Sedekah Yang Paling UtamaDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallammemerintahkan untuk bersedekah. Lalu ada seorang lelaki berkata, “Saya punya uang 1 dinar?”. Beliau menjawab, “Nafkahilah dirimu sendiri.” Lalu dia berkata, “Saya masih punya 1 dinar lagi?”. Beliau menjawab, “Nafkahilah istrimu.” Lalu dia berkata, “Saya masih punya 1 dinar lagi?”. Beliau menjawab, “Nafkahilah pembantumu, kemudian perhatikanlah yang lain.” HR. Nasa’i, dinilai hasan al-Albani dalam Shahih Abu Dawuddan al-Irwa’. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 92[16] Membalas Kebaikan Dengan KebaikanDari Jabir bin Abdullah al-Anshari radhiyallahu’anhu, beliau berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan dari orang lain maka balaslah kebaikannya. Apabila dia tidak memiliki sesuatu yang bisa untuk membalas kebaikannya, maka pujilah dia. Karena apabila dia telah memujinya itu merupakan bentuk syukur/ucapan terima kasih kepadanya. Dan apabila dia justru menyembunyikan hal itu, maka dia telah mengingkarinya. Barangsiapa yang berhias diri dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka seolah-olah dia mengenakan dua lembar pakaian kedustaan.” HR. Tirmidzi, dinilai sahih al-Albani dalam Takhrij at-Targhibdan ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 98[17] Termasuk Bentuk Syukur Kepada AllahDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai berterima kasih kepada sesama manusia.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 99[18] Menjadi Cermin Bagi SaudaranyaDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Seorang mukmin itu adalah cermin bagi saudaranya. Apabila dia melihat padanya suatu aib/cacat, maka dia pun berusaha untuk memperbaikinya.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sanadnya hasan oleh al-Albani. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 106[19] Keutamaan Akhlak MuliaDari Abud Darda’ radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan melebihi akhlak yang mulia.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 117-118[20] Hakikat KekayaanDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bukanlah kekayaan itu diukur dengan banyaknya perbendaharaan harta. Akan tetapi hakikat kekayaan adalah jiwa yang merasa cukup.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam Takhrij al-Misykat. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 119-120[21] Sebab Yang Menjerumuskan Ke Dalam NerakaDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Tahukah kalian apa yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam neraka?”. Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau mengatakan, “Yaitu dua buah lubang kemaluan dan mulut. Dan apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga? Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia.” HR. Ibnu Majah, dinilai hasan al-Albani dalam Takhrij at-Targhib. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 123[22] Menghormati Yang Lebih Tua, Menyayangi Yang Lebih MudaDari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi orang yang lebih muda di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih tua maka dia bukan termasuk golongan kami.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam Shahih at-Targhib. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 142[23] Bergaul dan Bersabar Menghadapi Gangguan OrangDari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabarmenghadapi gangguan mereka lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar menghadapi gangguan mereka.” HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 153-154[24] Menjaga Persatuan dan PersaudaraanDari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengki, janganlah saling membelakangi. Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah, sebagai orang-orang yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam.” HR. Bukhari dan Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam Ghayat al-Maram. LihatShahih al-Adab al-Mufrad, hal. 157Wallahu a’lam.—
akhlak terhadap allah dan rasul